Monday, October 1, 2012

Kejadian-Kejadian Yang Berhubungan Dengan Hari Akhir

a. Alam Barzah
Alam Barzah, yaitu batasan antara alam dunia dengan alam akhirat dan biasa disebut alam kubur. Adapun Yaumul Barzah, yaitu hari pemeriksaan amal perbuatan manusia oleh Malaikat Munkar dan Nakir. Bagi yang berbuat baik sudah dapat merasakan balasannya yang disebut nikmat kubur, bagi yang berbuat jahat akan menerima siksa kubur.

b.      Yaumul Ba’as
Yaumul Ba’as, yaitu pembangkitan. Pada hari itu semua manusia akan dibangkitkan dari alama kubur. Maksudny aadalah mengembalikan roh manusia dari tubuhnya yang asli seperti ketika ada di dunia. Pembangkitan makhluk ini sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam al-Qur’an:

Artinya: “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tidak ada keraguan padanya dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (QS. Al-Hajj: 7)
Kemudian disebutkan juga dalam al-Qur’an:

Artinya: “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncang Alam. Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. Hati manusia pada waktu itu sangat takut. Pandangannya tunduk. (orang-orang kafir) berkata: "Apakah Sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami Telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat. Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan. Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja. Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan.” (QS. An-Nazi’at: 6-14)
c.       Yaumul Mahsyar
Yaumul Mahsyar, yairtu hari ketika semua manusia dikumpulkan pada suatu tempat yang namanya Mahsyar setelah proses kebangkitan selesai. Allah SWT berfirman:

Artinya: “Dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi: 47)
Di padang Mahsyar inilah semua perbuatan manusia akan dihitung (hisab) dan ditimbang (mizan) kemudian akan melewati siratal mustaqim yang akhirnya ke surga atau neraka.
d.      Yaumul Hisab
Yaumul Hisab, yaitu hari perhitungan amal perbuatan manusia ketika mereka hisup di dunia. Amal perbuatan manusia yang dicatat oleh malaikat akan diberikan kepada masing-masing. Diantara mereka ada yang menerima dengan tangan kanannya, ini merupakan tanda kegembiraan yang akan dapat dirasakan kenkmatannya. Akan tetapi, diantara mereka ada juga yang menerima dengan tangan kirinya, dan ini merupakan tanda keburukan yang akan diperolehnya dalam perhitungan amal atau hisab. Sebagaimana firman Allah dalam surah al-Insyiqaq ayat 7-8:

Artinya: “Adapaun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang maka dia akan berteriak “celakalah aku…”
e.       Yaumul Mizan
Mizan artinya timbangan atau penimbangan. Yaumul Mizan adalah saat ditimbangnya amal perbuatan manusia. Hasil penimbangan ini diperoleh benar-benar sesuai dengan kenyataan perbuatan manusia dan dijamin tidak ada seorangpun yang akan dirugikan. Allah berfirman dalam surah al-Anbiya’ ayat 47:

Artinya: “Kami akan memasang timbangan yang epat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan iut) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami menjadi orang-orang yang membuat perhitungan.”
f.       Sirat (Jembatan)
Melewati jembatan merupakan proses pemeriksaan terakhir dari semua amal perbuatan manusia sebelum mereka dimasukkan ke dalam surga atau neraka. Jembatan itu membentang antara padang mahsyar dengan surga. Diantara keduanya itu terdapat neraka jahanam. Para ahli surga akan melaluinya dengan selamat dan sampai pada ujung terakhirnya. Mereka akan meneruskan perjalanannya ke surga, sedangakan ahli neraka (orang amal jeleknya banyak karena maksiat dan durhaka kepada Allah) mereka tidak mampu melewati jembatan ini dan akan masuk ke dalam neraka. Tentang adanya sirat (jembatan) ini dijelaskan dalam hadits Rasululah berikut ini:

Artinya: “Maka dibentangkanlah jembatan di atas dua permukaan neraka jahanam, kemudian aku adalah yang pertama diantara para rasul beserta umatnya yang lewat (di atasnya dan terus masuk surga), dan tidak ada ketika itu seorang pun yang berbicara, kecuali para rasul (mereka) : Wahai Tuhan, selamatkanlah, selamatkanlah.” (HR. Bukhari Muslim)
g.      Surga dan Neraka
Surga adalah tempat kenikmatan tiada tara yang disediakan oleh Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Surga diberikan sebagai balasan kepada mereka atas amal perbuatan yang saleh dan mereka kekal berada di dalamnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-Kahfi ayat 107-108 sebagai berikut:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.”
Adapun mereka yang senantiasa berbuat dosa dan maksiat selama di dunia , bagi mereka disediakan neraka sebagai tempat penyiksaan tiada tara. Akan tetapi, selagi merak beriman, neraka hanya sebagai tempat sementara. Namun, bagi orang kafir dan munafik mereka akan kekal di dalam neraka. Hal itu disebutkan dalam al-Qur’an surah al-Kahfi ayat 105-106.

Artinya: “Mereka itu orang-orang yang Telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.”
readmore »»  

Kiamat Kubra

Kubra artinya besar. Kiamat kubra maksudnya, yaitu saat peristiwa hancurnya alam semesta dengan segala macam isi kandungannya. Mulai saat itulah awal permulaan hari akhir , dan saat itu pulalah yang disebut hari kiamat. Allah SWT menggambarkan kejadian kiamat kubra dalam al-Qur’an sebagai berikut: 
1)      Ditiupnya sangkakala yang pertama kali oleh Malaikat Israfil. Semua makhluk Allah SWT akan mati kecuali yang dikehendaki-Nya tetap hidup. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut: 
Artinya: “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putudannya masing-masing).”(QS. Az-Zumar: 68)

 2)      Terjadi gempa yang sangat dahsyat, mengejutkan, mengerikan, dan menakutkan, sama sekali belum pernah terjadi dan terjadi hanya sekali itu saja. Allah SWT berfirman sebagai berikut:                                    Artinya: “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat) (1) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya (2).”(QS. Al-Zalzalah: 1-2) 

3)      Gunung-gunung dihancurkan sehingga menjadi fatamorgana sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut: 
Artinya: “dan gunung-gunung dijalankan sehingga menjadi fatamorgana” (QS. An-Naba’: 20) 

4)      Sesungguhnya kegoncangan di hari kiamat adalah sangat dahsyat. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT sebagai berikut: 
Artinya: ”Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” (QS. Al-Hajj: 1-2) 

5)      Matahari digulung, bintang-bintang berjatuhan, gunung-gunung dihancurkan, lautan meluap, langit dilenyapkan, dan manusia seperti anai-anai yang bertaburan. Allah SWT berfirman sebagai berikut: 

6)      Setelah itu, bumi yang telah rusak binasa akan diganti oleh Allah dengan bumi yang lain berbeda sama sekali dengan bumi yang sekarang kita diami. Kemudian Allah SWT menciptakan alam lain yang disebut alam akhirat. Disinilah seluruh makhluk yang akan dibangkitkan dihidupkan lagi setelah mereka mati. Allah akan mempertemukan kembali roh semua makhluk yang telah meninggal dengan tubuhnya, dengan demikian mereka akan mengalami kehidupan yang kedua kalinya. Allah SWT berfirman: 
Artinya: “(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (QS. Ibrahim: 48) 

Mulai saat itu perhitungan waktu/ hari sama dengan seribu tahun dari tahun di dunia yang disana hanya sehari saja. Allah SWT berfirman:
 Artinya: “Sesunggguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun di dunia dari tahun-tahun yang kamu hitung.” (QS. Al-Hajj: 47)
readmore »»  

Kiamat Sugra

Sugra berasal dari kata artinya kecil. Kiamat sugra atau kiamat kecil maksudnya, yaitu kerusakan atau kematian yang dialami oleh seseorang. Pada saat kematian tersebut terjadi peristiwa keluarnya roh dari badan jasmani  yang kemudian roh masuk ke alam Barzah atau alam kubur dan badan jasmaninya ditanam dalam tanah. Roh tetap hidup dalam alam Barzah, sedangkan badan jasmaninya akan hancur dalam tanah. Kematian yang dialami seseorang tersebut disebabkan karena sakit, kecelakaan, atau terkena bencana alam, seperti banjr, gunung meletus, dan sebagainya. 



Setiap makhluk / manusia akam mengalami kematian, sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

“Artinya: Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkan barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raf: 34)

“Artinya: Di mana saja kamu itu berada, kematian akan mendapatkanmu, sekalipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa’: 78)

Artinya: “Katakanlah: ”Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu.” (QS. Al-Jumu’ah: 8)

Artinya: “perkecilkanlah dosa (kurangi soda) supaya kamu mudah mati, dan perkecilkanlah hutang (kurangi hutang) kamu akan hidup bebas (merdeka).” (HR. Baihaqi)
readmore »»  

Tanda-Tanda Hari Kiamat

Tanda-tanda datangnya hari akhir dijelaskan di dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai berikut:

a.       Terpecahnya bulan.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-Qamar ayat 1, yang artinya: “Te.lah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.”

b.      Munculnya binatang yang berbicara dengan manusia.
Dalam surah an-Naml ayat 82 disebutkan, yang artinya sebagai berikut: “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka. Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. ”

c.       Kekacauan dan kejahatan semakin meningkat serta banyak terjadi pembunuhan.
Sebagaimana yang telah diceriterakan dalam sebuah hadits riwayat Muslim, yang artinya sebagai berikut: “Kiamat tidak akan terjadi, kecuali terjadi hingga banyak hari” Apakah hari itu ya, Rasulullah?” Beliau menjawab” Bunuh-membunuh.”

d.      Turunnya dajjal (orang-orang pendusta).
e.       Matahari terbit dari barat.
f.       Munculnya ya’juj dan ma’juj (umat yang suka merusak dan menghancurkan).

Mengenai beberapa tanda hari kiamat ini disebutka dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim dari Huzaifah bin Asid al-Giffari yang artinya sebagai berikut:
Rasulullah menengok kami ketika kami sedang berbincang-bincang, serasa bertanya “Apa yang sedang kalian perbincangkan ?” Jawab para sahabat, “Kami sedang berbincang-bincang mengenai hari kiamat.” Beliau bersabda, kiamat tidak akan terjadi sebelum terlihat sepuluh sepuluh macam tanda: (1) Ad-Dukhan/ asap atau kabut, (2) Dajjal/ Si penipu besar, (3) Sabbah/ binatang melata, (4) Matahari terbit dari barat, (5) Turunnya Isa anak Maryam, (6) Ya’juj dan Ma’juj, (7) Gerhana di timur, (8) Gerhana di barat, (9) Gerhana di Jazirah Arab, (10) Api menyala di Yaman menghalau umat manusia ke Mahsyar/ tempat berkumpul.
readmore »»  

Iman Kepada Hari Akhir


Hari akhir atau hari kiamat adalah hari binasa atau hancurnya seluruh alam semesta dan seisinya. Pada hari itu seuruh makhluk hidup akan mati. Bumi pun akan berganti dan tidak seperti bumi dan langit yang seperti sekarang ini. Kemudian Allah SWT menjadikan alam tersebut yang dinamai alam akhirat. Pada hari kiamat seluruh manusia sejak Nabi Adam as dan seterusnya akan dibangkitkan, yaitu dihidupkan kembali dan akan hidup di alam akhirat sebagai kehidupan kedua. Selanjutnya mereka akan menjalani perhitungan (hisab) atas seluruh perbuatannya, yang kemudian akan diberi balasan atas perbuatan tersebut.
Iman kepada hari akhir (kiamat), yaitu meyakini dengan sepenuh hati bahwa kiamat itu pasti akan datang. Walaupun kedatangan hari akhir tidak dapat  diketahui. Namun, kita wajib mempercayainya bahwa hari akhir itu pasti akan terjadi dan dialami oleh seluruh manusia. Beriman kepada hari akhir (kiamat) hukumnya wajib, beriman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang kelima.
Allah SWT berfirman dalam surah al-Hajj ayat 7:

Artinya: “Dan sesunguhnya hyari kiamat itu pastilah dating, tidak ada keraguan padanya, dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (QS. Al-Hajj: 7)
readmore »»  

Tasamuh

1.      Pengertian Tasamuh
Tasamuh adalah sikap toleransi dan tenggang rasa, dengan penuh maaf serta seling pengertian, suka mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain, mau mengikuti yang makruf dengan penuh kebijaksanaan deduai prinsip-prinsip ajaran Islam, di dalam hati tidak terdapat rasa prasangka dan kekhawatiran, tetapi malah penuh dengan optimisme dan husnuzan.
Di dunia ini, semua mamusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia adalah makhluk social yang memiliki kelemahan dan keterbatasan. Dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia salaing membutuhkan dan saling ketergantungan satu dengan yang lainnya. Untuk itulah, manusia perlu memiliki sikap tasamuh terhadap orang lain, karena tanpa orang lain kita tidak bisa hidup dengan nyaman.

2.      Tasamuh Dalam Kehidupan
Allah SWT menciptakan manusia dalam berbagai suku dan bangsa, supaya saling mengenal, saling menolong, dan membina sikap tasamuh. Tidak ada kelebihan seseorang di atas yang lain, kecuali ketakwaan dan budi pekerti yang luhur. Allah SWT berfirman:

Artinya: ”Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia siantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal” (QS. Al-Hujurat: 13)

Oleh karena itu sikap tasamuh harus senantiasa dibina baik antar sesama muslim maupun terhadap non muslim.
a.       Tasamauh terhadap sesama muslim

Sikap tasamuh (toleransi) terhadap sesama muslim merupakan suatu kewajiban, karena antara muslim yang sastu dengan yang lain adalah bersaudara. Persaudaraan ini diikat oleh agama yang sama. Persaudaraan yang terjadi antara sesama umat Islam ini, menyangkut seluruh segi kehidupan mulai dari masalah pribadi sampai pada masalah kemasyarakatan, masalah ekonomi, kesehatan, bahkan sampai pada masalah kenegaraan.
Dalam hadits Nabi SAW dijelaskan bahwa seseorang tidak sempurna imannya, jika tidak memiliki rasa kasih sayang dan tenggang rasa terhadap saudaranya yang lain. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: ”Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu, sehingga mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)
Persaudaraan dan persatuan antara umat Islam hendaklah dibina secara kokoh laksana satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, semua anggota tubuh pun akan merasakan sakitnya. Demikian juga jika salah seorang anggota masyarakat muslim menghadapi suatu kesulitan, warga yang lain hendaknyadapat membantunya. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: ”Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam kecintaan, kasih saying, dan keakraban mereka seperti satu badan. Jika salah satu anggota badan sakit, seluruh anggota badan tidak dapat tidur dan demam.” (Muttafaq ‘Alaih)
Rasulullah SAW juga memberikan gambaran bahwa persatuan antarsesama mukmin adalah seperti sebuah bangunan.

Artinya: ”Orang mukmin bagi orang mukmin lainnya adalah seperti bangunan. Dimana sebagaiannya menguakan sebagian yang lain.” (Muttafaq ‘Alaih)
Oleh karena itu, sebagai sesama muslim kita harus menyadari bahwa kemampuan dan keberadaan antara satu mukmin dengan yang lain tidak sama. Hendaklah sesama muslim saling membantu dan menghormati sehingga terwujud persatuan yang kukuh.

b.      Tasamauh Terhadap Non-muslim

Islam merupakan agama yang menebarkan kedamaian di muka bumi (rahmatan lil’alamin). Islam selalu mengajarkan cinta kasih kepada pemeluknya, baik kepada sesama muslim maupun nonmuslim. Sebagai gambaran sikap tasamuh Islam terhadap golongan nonmuslim. Sebagai gambaran sikap tasamuh Islam terhadap golongan nonmuslim, tercermin dalam cara-cara melakukan penyiaran agama Islam. Dakwah Islam tidak boleh dilaksanakan dengan kekerasan atau paksaan. Akan tetapi, harus menunjukkan Mahasinul Islam (kebagusan Islam), yaitu dilakukan dengan cara hikmah (bijaksana) dan nasihat yang baik. Islam sangat menghormati kebebasan untuk memeluk agama dan kepercayaan serta mengamalkan ajarannya. Allah SWT berfirman sebagai berikut:

Artinya: ”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)


Artinya: ”Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Qashas: 56)


Artinya: ”Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu, barang  siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 256)

Jelaslah bahwa tasamuh (toleransi) Islam terhadap golongan bukan Islam sangat tinggi. Akan tetapi, sikap tasamuh agama ini hanya terbatas pada masalah-masalah keduniaan, seperti kerjasama dalam bidang social budaya, eknomi, dan politik, antara lain sebagai berikut:
1)      Bantu-membantu dalam bidang sosial ekonomi, seperti hutang piutang dan bantuan kesusahan.
2)      Boleh menengok mereka apabila sedang sakit atau dalam keadaan sulit.
3)      Bergotong royong dalam bertetangga, seperti memikirkan masalah kampung, desa, serta bantuan sosial, lainnya untuk kesejahteraan warga.

Adapun masalah ibadah dan akidah harus tetap sesuai dengan agamanya masing-masing. Kita tidak boleh melakukan hal-hal segagai berikut:
1)      Tidak boleh mengikuti upacara keagamaan mereka.
Maksudnya tidak ikut menggerakkan (menjadi panitia), atau meramaikan, atau mengambil inisiatif dalam hubungan dengan ibadah atau sesembahan mereka.
2)      Kita dilarang mendo’akan orang yang bukan beragama Islam.
3)      Tidak boleh mendahului memberikan salam kepada golongan yang bukan Islam.

Demikian antara lain sikap tasamuh antara umat Islam dengan golongan yang bukan Islam. Oleh karena itu, jika kita mempunyai teman, tetangga, atau guru yang bukan dari golongan Islam. Kita harus tetap menghormati mereka. Hubungan pergaulan antara umat Islam dengan golongan lain harus tetap berjalan secara harmonis, saling pengertian, dan saling membantu.

3.      Fungsi tasamuh
Adapun fungsi tasamuh antara lain sebagai berikut:
a.       Banyak memperoleh kemudahan dan peluang hidup karena adanya relasi.
b.      Menghargai kepada sesame ciptaan Allah SWT.
c.       Mempererat tali persaudaraan.
d.      Mewujudkan persatuan yang kukuh.
readmore »»  

Qona'ah

1. Pengertian Qanaah

            Qanaah artinya rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan mers kurang yang berlebihan. Qanaah bukan berarti hidup yang bermalas-malasan, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yang qanaah itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ia akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Sikap demikian itu akan mendatangkan rasa teteram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tamak. Nabi Muhammad SAW bersabda: Artinya: Dari Abdullah bin Amru berkata, bersabda Rasulullah SAW, ”Sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam dan rezkinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya.” (HR. Muslim) Orang yang mempunyai sifat qanaah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau apa yang ada pada dirinya adalah ketentuan Allah dan harus diterima dengan penuh keikhlasan. Firman Allah SWT: Artinya: ”Dan tidak ada suatu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allahlah yang memberikan rezekinya.” (QS. Hud: 6)

2. Qanaah dalam Kehidupan

         Setiap muslim seharusnya mempunyai sifat qanaah, karena sifat tersebut dapat menjadi pengendali agar tidak surut dalam keputusan dan tidak selalu serakah. Qanaah berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup seorang muslim. Dikatakan stabilisator, karena seorang muslim yang mempunyai sifat qanaah akan selalu berlapang dada, berhati tenteram, merasa kaya dan berkecukupan, serta bebas dari keserakahan, karena pada hakekatnya kekayaan atau kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya. Jika kita perhatikan banyak orang yang lahirnya tampak berkecukupan bahkan hidup mewah, namun hatinya penuh diliputi keserakahan dan kesengsaraan. Sebaliknya, banyak orang yang sepintas lalu seperti kekurangan namun hidupnya tenang, penuh kegembiraan, bahkan merasa sanggup mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW sebagai berikut: Artinya: Dari Abu Hurairah ra bersabda Nabi SAW ” Bukanlah kekayaan itu karena anyak harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari Muslim) 

            Orang yang bersifat qanaah hatinya merasa berkecukupan, maka mereka terhindar dari sifat loba atau tamak, yang cirinya antara lain suka meminta-minta kepada sesama manusia karena masih merasa kurang dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Selain itu, qanaah juga berfungsi sebagai dinamisator, yaitu kekuatan batin yang selalu mendorong seseorang untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia Allah. Qanaah itu berhubungan dengan sikap hati dan mental. Oleh karena itu, untuk menumbuhkan sifat qanaah diperlukan latihan dan kesabaran. Pada tingkat permulaan mungkin merupakan sesuatu yang memberatkan hati, namun jika sifat qanaah sudah membudaya dalam diri dan telah menjadi bagian dalam hidupnya maka kebahagiaan akhirat kelak akan dicapainya. Nabi Muhammad SAW bersabda: Artinya: ”Qanaah itu adalah simpanan yang tak akan pernah lenyap.” (HR. Tabrani)

         Demikianlah betapa pentingnya qanaah dalam kehidupan yang apabila dimiliki oleh setiap orang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan mendorong terwujudnya masyarakat yang penuh dengan ketenteraman, tidak putus asa, dan bebas dari keserakahan, serta selalu berpikir positif dan maju. Karena dalam jiwa orang yang bersifat qanaah terhadap terdapat sifat menerima dengan rela apa yang dimiliki, selalu berikhtiar, dan tawakal kepada Allah SWT.
  
3. Ciri-ciri Orang yang Bersifat Qanaah

Adapun ciri-ciri orang yang memiliki sifat qanaah sebagai berikut:
a. Menerima dengan rela apa yang ada.
b. Memohon kepada Allah atas rezeki yang pantas disamping terus berusaha dan tidak putus asa.
c. Menerima dengan sabar dan ikhlas segala ketentuan Allah.
d. Tidak tertarik pada tipu daya setan dengan cara mencari rezeki dengan jalan yang tidak.halal.
readmore »»